Setetes Embun Penyejuk Iman

Stop Dreaming Start Action


Tinggalkan komentar

My First Project (Pusri IIB)

Sudah sangat lama rasanya saya tidak menulis di blog ini, padahal banyak cerita yang sangat berkesan untuk dibagi. Mulai dari cerita tentang ramadhan pertama di tengah padatnya ibu kota indonesia sampai perjalanan dan aktivitas di project PUSRI II B Palembang.

Tak terasa sudah satu bulan lebih saya berada di bumi sriwijaya. Menginjakkan kaki pertama di bumi palembang saat bulan ramadhan kemarin. Selama satu minggu mendapatkan tugas kantor di project PUSRI II B. Tugas kantor ini sebagai ‘pemanasan’ sebelum ditugaskan datasering (penempatan site project) di project PUSRI II B. Maklum, karena saya masih fresh graduate dan project pertama, maka dirasa perlu ‘pemanasan’ sebelum terjun langsung.

Sebagai fress graduate, tentunya saya nol pengalaman di lapangan khususnya yang berhubungan dengan kemampuan hardskill. Walaupun selama di kampus mempelajari apa yang akan dilakukan di site namun apa yang dipelajari masih sebatas teori dan kontekstual. Saya pun menyadari kekurangan tersebut harus secepatnya diselesaikan dengan tak malu bertanya terhadap apa yang belum saya pahami. Pun tak bisa dipungkiri pada awal bekerja, hardskill seseorang akan diuji dan semakin tinggi karirnya maka kemampuan softskillnya yang akan diuji.

Transisi dari mahasiswa menuju Instrument engineer memang hal yang menyenangkan dan mengesankan. Menyenangkan karena bisa secara langsung mengexlpore dan memperdalam pengetahuan yang dipelajari selama di kampus. Mengesankan ketika saya menjumpai alat yang dulu hanya dipelajari di buku-buku kuliah. Sisi-sisi ini yang selalu memompa semangat saya untuk memperdalam kemampuan hardskill di bidang instrument. Tak bisa dipungkiri bahwa kemampuan softskill juga tak kalah penting dalam proses menyelesaikan pekerjaan ini. Sebagai maincont tentunya membutuhkan subcont untuk mengeksekusi instalasi di lapangan. Dititik inilah kemampuan softskill saya diuji untuk bisa berkomunikasi baik dengan orang-orang subcont. Apalagi subcont instrumentasi yang mengerjakan project ini termasuk perusahaan yang belum memiliki pengalaman dibidang contruction project. Tak hanya itu, para karyawannya juga sudah masuk usia tua yang tentunya perlu pendekatan berbeda dengan se-usia umur saya. Saya merasa beruntung saat di kampus tak hanya belajar kemampuan hardskill namun juga berusaha untuk mengasah kemampuan softskill melalui ikut beberapa organisasi kampus. Modal inilah yang membantu saya untuk mensukseskan pekerjaan ini.

Sejak lama saya memiliki cita-cita untuk berkontribusi besar untuk negeri ini melalui kemampuan yang saya miliki. Alhamdulillah saya mendapat penempatan project di Pupuk Sriwijaya II B (Pusri II B). Project dengan kapasitas produksi Amonia 2.000 ton/day dan Urea 2.750 ton/hari dibangun oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation. Rekind mengerjakan area amonia, utility, dan offsite sedangkan toyo di area urea. Pembangunan pabrik PUSRI 2B ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pupuk nasional dalam mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional. Kontribusi inilah yang membuat saya bangga dan beruntung karena bisa memberikan sedikit ilmu yang saya miliki untuk mencapai kemandirian bangsa dibidang pangan. Saya meyakini bahwa para petani akan tersenyum jika ketersedian pupuk sangat banyak. Sejauh ini, disaat musim tanam khususnya musim padi, para petani kesusahan dalam mendapatkan dan membeli pupuk yang dibutuhkan. Dan semoga dengan berproduksinya PUSRI II B ini mereka tak kesusahan lagi dalam mendapatkan suplai pupuk.

Kini babak baru kehidupan saya dimulai. Menjalani aktivitas di site project Pusri IIB untuk beberapa bulan kedepan sampai pekerjaan instrument selesai. Saat ini saya dijadikan PIC loop test di area utility. Loop test adalah aktivitas menghubungkan/mengecek signal dari instrument field device menuju control room (DCS). Pekerjaan ini untuk memastikan setiap instrument input devices bisa terkoneksi dan mampu memberikan signal ke DCS sesuai dengan proses yang telah ditentukan. Cukup banyak loop test yang harus dilakukan di Pusri IIB ini yakni mencapai 3000an I/O dengan 1600an I/O di Utility dan Offsite sedangkan 2900an I/O di amonia.

Dibawah bendera PT. Rekayasa Industri (Read: lead Konsorsium), Proyek pembangunan pabrik PUSRI IIB ditargetkan bisa beroprasi di akhir tahun 2015. Target ini sejalan dengan target pusri untuk menambah pasokan pupuk nasional hingga 2017 sebanyak 2,8 juta ton dari 7 juta ton yang dibutuhkan. Sampai saat ini pembangunan pabrik Pusri IIB berjalan baik dan sudah masuk 85 persen. Semoga target yang sudah ditentukan tersebut bisa tercapai dengan baik dan pabrik PUSRI IIB segera start up untuk menghasilkan urea dan amonia.

WP_20150807_14_33_27_Pro - Copy - CopyPalembang, 17/09/2015


Tinggalkan komentar

Kontribusi Rekayasa Industri dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional

unnamed

 image002
Indonesia adalah negeri dengan sumber alam berlimpah. Kenyataan yang tak terbantahkan bahwa Indonesia merupakan negera dengan cadangan minyak dan gas bumi terbesar di asia tenggara. Hamparan minyak dan gas bumi tersebar di natuna, Kalimantan timur, aceh, Sumatra utara, jambi, Sumatra selatan, jawa barat, dan Sulawesi. Minyak dan gas bumi tersebut menyediakan modal yang cukup untuk memakmurkan kehidupan masyarakatnya, tentunya harapan ini akan terwujud jika Indonesia mampu mengelolanya dengan baik dan melibatkan putra-putri terbaiknya dalam pemanfaatannya.

Produksi minyak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berjalan cukup lambat, sementara volume konsumsi berlari cukup cepat mengikuti pertambahan jumlah penduduk. Tak heran jika setiap tahunnya terjadi defisit yang sangat tinggi dalam pemenuhan kebutuhan minyak nasional. Polemik pemenuhan minyak nasional bukanlah masalah baru yang diahadapi oleh pemerintah, namun tergolong masalah lama yang samapai saat ini belum menemukan solusi yang jitu untuk menyelesaikannya. Salah satu solusi yang saat ini sedang direalisasikan yakni mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan mengalihkannya ke energi alternatif.

Beberapa sumber energi alternatif mulai dikembangkan, salah satunya memaksimalkan pemanfaatan gas bumi. Cadangan gas bumi Indonesia yang mencapai 104 TCF seharusnya bisa menggantikan kekurangan minyak bumi. Saat ini, produksi gas bumi mencapai 1.6 juta barel setara minyak/hari. Optimasi pemanfaatan gas bumi untuk menyokong pemenuhan energi domestik adalah hal yang sangat rasional.

Ditahun 2015, sebanyak lima perjanjian jual beli gas ditandatangani oleh SKK Migas. Tanda tangan kontrak tersebut diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penandatangan kontrak ini mengisyaratkan pemerintah sangat serius dalam meningkatkan produksi gas bumi.

Rekayasa industri, sebagai perusahan EPC nasional yang sejak tahun 1981 telah menunjukan eksistensinya dalam dunia industri pembangunan pabrik nasional dilibatkan dalam peningkatan produksi gas ini. Perusahaan yang sudah berkecimpung lebih dari 30 tahun dalam dunia EPC ini dipercaya untuk mengembangkan insfrastuktur jaringan pipa gas Cirebon-semarang. Proyek ini akan membangun pipa sepanjang 230 km dengan diameter 28 inchi. Jalur pipa ini mempu mengalirkan gas dengan kapasitas 230 MMscfd. Harapannya aliran pipa gas dapat memberikan jawaban atas kebutuhan gas untuk tenaga pembangkit maupun industri strategis lainnya.

Keterlibatan PT. Rekayasa Industri tersebut telah menunjukan bahwa putra-putri terbaik bangsa Indonesia mampu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri. Pasalanya, Rekayasa Industri merupakan EPC nasional yang milik bangsa Indonesia (BUMN). Selain itu, hampir semua karyawan Rekayasa Industri berkebangsaan Indonesia yang berasal dari lulusan terbaik kampus di Indonesia.


Tinggalkan komentar

Seberapa pentingkah integritas?

5352_dicari_integritasJumat 6 Januari 2015 merupakan hari terakhir aku mengikuti orintasi karyawan baru yang diadakan oleh PT. Rekayasa Industri. Pada umumnya, orientasi ini hampir sama dengan perusahaan-perusahaan yang lain yakni mengenalkan background, core bisnis, struktur organisasi, dan jenjang karir di PT. Rekayasa Industri (Rekind).

Pada hari terakhir tak lupa disisipkan sosialisasi budaya organisasi yang ada di Rekind. Mungkin sesi inilah yang membedakan orientasi rekind dengan perusahan-perusahaan yang lain. Karena tentunya setiap perusahaan memiliki budaya organisasi yang berbeda sesuai dengan goal perusahaan tersebut. Ada 6 corporate values yang ingin di terapkan di rekind yakni integrity, focus on customer, professional, team work, innovation, dan concern of people. Enam values tersebut yang diaharapakn dimiliki oleh setiap karyawan rekind untuk mewujudkan visi yang telah dibuat. Dengan pertumbuhan dan perkembangan rekind yang semakin pesat, baik dalam sisi sales, lingkup perusahaan maupun pengetahuan, maka dibutuhkanlah keterikatan acuan bersama dalam nilai perusahaan.

Enam values diatas memiliki makna dan penerapannya masing-masing dalam setiap aktivitas karyawannya. Namun dari enam corporate values diatas, value integritas yang membuat aku tertarik untuk mengulasnya lebih dalam. Kata integritas dalam pengertian sederhana dapat dimaknai sebagai bersatunya antara keyakinan, pekataan, dan perbuatan dalam setiap aktivitasnya. Secara lebih luas, integritas dapat dimaknai sebagai keihlasan, kelurusan hati, kejujuran, bertanggung jawab, satunya kata dan perbuatan, dan kesediaan untuk mengorbankan kepentingan pribadi, yang diterapkan secara konsisten, serta peberapan nilai-nilai kepatuhan. Rekayasa Industri menempatkan values integritas di posisi paling atas karena menyadari pentingnya value ini dalam setiap diri karyawannya. Jika setiap karyawan bisa mengamalkan prilaku integritas dalam kesehariannya, maka sangatlah mudah bagi Rekind untuk mencapai visinya. Inilah yang akan menjadi identitas diri bagi karyawan Rekind dalam memberikan jasanya terhadap client.

Warren Edward Buffett, seorang pebisnis dan investor asal amerika yang menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes mengatakan bahwa dalam memilih karyawannya terdapat tiga hal penting yang akan diperhatikan olehnya yakni integritas diri, intelegensia tinggi, dan semangat juang yang tinggi. Jika integritas dirinya jelek maka sarat yang kedua dan ketiga akan otomatis gagal. Jika diperhatikan, sebegitu berharganya warren Edward melihat kepribadian dari calon karyawannya. Tak hanya Rekind yang mencoba menerapkan value Integritas pada karyawannya. Beberapa perusahaan ternama pun seperti Coca Cola, Daihatsu, Garuda Indonesia, dan Bank Mandiri mengambil core value Integritas untuk karyawannya.

Saat masih di kampus, aku pun mencoba untuk menerapkan value integritas di organisasi yang ku ikuti. Walaupun sejatinya belum maksimal dalam menanamkan value tersebut. Waktu itu aku berpikir jikalau setiap anggota BEM ITS mampu menerapkan value integritas dalam kesehariannya dan kemudian ditularkan ke mahasiswa ITS yang lainnya maka kehidupan mahasiswa di ITS akan terasa mententramkan. Bisa dibayangkan, saat ujian tak kan perlu pengawas ujian, tak perlu absensi untuk mengetahui kehadiran mahasiswa karna mahasiswa yang absen kuliah akan sendirinya melaporkan dirinya, dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya.

Bisa dibayangkan pula jika semua kampus yang ada di negeri ini mampu menghasilkan lulusan yang memiliki karakter integritas maka betapa dahsyatnya ketentraman di negeri ini. Kampus akan berhasil mencetak generasi madani yang tak hanya unggul dalam intelektualitasnya namun juga unggul dalam attitudenya. Rasanya semua permasalahan sosial yang kita temukan berawal dari prilaku yang tak menerapkan sifat integritas. Sebagai generasi penerus, marilah kita bekali diri ini dari prilaku integritas. Berawal dari yang sederhana dan akan menjadi kebiasaan yang tak sederhana.

Sumber gambar :http://intisari-online.com/read/dicari-integritas


4 Komentar

Langkah demi langkah….

Presentation1Jika bermain tidak untuk menang, janganlah ikut bermain”. Kalimat tersebut ku temukan dalam bukunya rhenald khasali di bagian paly to win. Sepintas, kalimat tersebut seolah bernilai bisa menghalalkan segala cara untuk mewujudkan apa yang telah kita mulai dalam sebuah permainan/perjalanan hidup. Namun setalah dicerna lebih dalam, kalimat tersebut bermakna sangat dalam. Kalimat yang dapat memotivasi seseorang untuk bisa menjadi yang terbaik dalam setiap keputusan yang telah dibuat. Kalimat yang mengajarkan kita untuk menjadi seorang driver bermental kesatria yang siap memenangkan pertandingan. Kalimat yang dapat menghasilkan energi positif bagi setiap orang yang menyadari adanya perubahan dalam setiap waktunya.

Pun dengan diriku, kalimat tersebut seolah membangunkan dari zona nyamanku. Beberapa bulan ini, aku masih belum menemukan formasi yang jelas dalam aktivitasku saat ini. Hanya diisi dengan rutinitas bekerja yang hampir sama dilakukan oleh setiap orang yang bekerja menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Hanya mengerjakan kewajibannya saja tanpa menambah wawasan yang lainnya.

Setalah mengikuti serangkaian orientasi dari PT. Rekayasa Industri (Rekind) dan membaca kembali buku rhenald khasali yang tak kunjung selesai. Akhirnya gairah positif itu pun kembali menyala. Diriku tersadarkan, saat ini sedang berada dalam lingkungan yang sangat produktif dan strategis. Tempat bekerja yang sangat bagus untuk memperdalam ilmu keprofesianku, tempat bekerja yang bisa mendedikasikan diri ke negeri ini, tempat bekerja yang dapat mengharumkan nama baik negeri ini.

Orientasi kemarin sudah membuka mataku bahwa Rekind memiliki peranan penting dalam mewejudkan kemandirian bangsa. Rekind merupakan satu-satunya perusahaan EPC yang masih dimiliki oleh negeri ini. Perusahaan yang sudah memiliki sepak terjang dan pengalaman cukup lama dalam dunia industri. Dan pesan Ir. Hartanto Sastro Sunarto (Menteri Perindustrian RI periode 1983-1993) yang mengatakan “ bangsa yang besar adalah bangsa yang mengusai EPC. Negara yang memiliki kemampuan EPC adalah country with brain, sedangkan Negara yang tidak memiliki EPC adalah country with no brain” menambah kebangganku telah diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Rekind.

Kini diriku telah memulai permainan di PT. Rekayasa industri. Bukan saatnya lagi untuk bersantai ria hanya menjalankan kewajiban sebagai karyawan, namun lebih dari itu. Didalam persaingan industri EPC yang semakin kompetitif saat ini. Rekind dituntut memiliki diferensiasi yang tinggi. Dan saya harus bisa berperan dalam mewujudkan Rekind menjadi word-class integrated insdustrial EPC Company.

Bismillah, semoga rekind bisa mengajarkan diriku untuk mencitai negeri ini dan bisa mengajari diriku melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu. Langkah demi langkah untuk berkontribusi semakin terbuka lebar..


Tinggalkan komentar

ibu, sumber energi positif

ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
dengan apa membalas, ibu… ibu…

ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah

seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu… ibu…

(iwan fals)

Entah disadari atau tidak, beberapa dari kita memiliki seoarang ibu yang bekerja membantu bapak kita untuk mencari nafkah agar sang anak bisa menikmati pendidikan formal. Sang ibu merelakan waktu istirahatnya demi sang anak, demi sekolah sang anak, demi kuliah sang anak, dan demi masa depan sang anak. Sang ibu tak memandang jenis pekerjaan yang akan dilakukan, selama pekerjaan itu halal dan bisa menghasilkan uang, dirinya akan ikhlas dan sabar melaksanakan pekerjaan tersebut. Mungkin ada ditengah-tengah kita yang memiliki seorang ibu bekerja disawah, bekerja memungut sampah, atau bahkan mencuci dari satu pintu kepintu.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun. Tibalah sang anak dinyatakan lulus dari bangku kuliahnya. Lalu, Sang anak mencari pekerjaan yang diinginkannya. Doa-doa disetiap sujud sang ibu selalu mengalir agar sang anak bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Alhamdulillah, doa-doa disetiap sujud sang ibu terdengar oleh sang pencipta. Doanya terkabulkan. Sang anak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Kini sang anak sudah ada diperantaun untuk bekerja. Semua nasehat mu terekam jelas oleh sang anak. Nasehat untuk tidak tidur sebelum melaksanakan shalat dan nasehat untuk selalu membaca al quran. Sang anak sungguh kagum terhadap mu, disetiap nasehat yang diberikan tak ada satupun nasehat yang berhubungan dengan duniawi.

ibu, anakmu mungkin tak lagi bersamamu secara fisik saat ini. Saat ini dia tak lagi mendengar marahmu karena lalai melaksanakan shalat, tak lagi mendengar marahmu karena tidur kembali setelah shalat shubuh, dan tak ada lagi orang yang setia membangunkan dirinya untuk melaksanakan shalat malam dengan mu. Marah mu tak akan ada yang bisa menggantikannya dan tak mungkin ada yang bisa menggantikan. Dulu, sang anak marah ketika dirimu memarahinya karena alasan-alasan diatas. Sang anak mengnggap dirimu tak lagi sayang padanya. Kini sang anak baru paham bahwa yang diajarkan oleh mu merupakan bekal yang sangat berharga dan tak bisa dinominalkan. Anakmu sangat berterima kasih dan beruntung sudah dilahirkan dari Rahim mu, ibu.

Ibu, sang anak teringat jelas saat dirimu membangunkan dan menemani sang anak untuk bersujud di waktu mustajabNYA. Kita melaksanakan shalat isya’ berjemaah dan dilanjutkan shalat malam. Kini sang anak hanya bisa melaksanakannya sendiri dan mendokan mu ditengah sujudnya. Sang anak tak bisa dan tak mungkin bisa menggantikan jasa-jasa mu selama ini. Dirimu telah menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah dibayar, menjadi pelayan saat sang anak ingin makan, dan menjadi babby sitter yang paling setia. Sang anak yang kini mulai dewasa itu hanya bisa mendoakan agar dirimu selalu sehat dan disayangi oleh sang pencipta.

Terimakasih ibu atas didikanmu, seoarang wanita terhebat yang pernah ada di dalam hidupku dan akan selalu ada di hatiku. Ibu, Semoga dirimu selalu sehat disana.

Terima kasih ya Allah kau telah memberikan seseorang yang begitu mulia dalam hidupku. Semoga disaat waktunya untuk menyempurnakan agama, wanita yang kau takdirkan untukku memiliki kasih sayang seperti ibuku.

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

Salam dari anakmu ibu,

Jakarta, 14 Desember 2014

Sambil diiringi lagi “ibu” by iwan fals


8 Komentar

Bismillah, Semoga ini jalan Mu yang terbaik bagiku

20141209_1559369 Desember 2014, Hari pertamaku berkerja di Rekayasa Industri. Perusahaan EPC yang bertempat di Jl. Kalibata Timur, Jakarta Selatan ini merupakan aset nasional dalam bidang Engineering, Procurement, Construction, dan Commisioning. Bagiku, sebuah anugrah dari tuhan YME diperkenankan bergabung diperusahaan ini, perusahaan yang memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia di bidang industri.

Perjalanan pasca menjadi lulusan ITS tentunya memberikan kesan tersendiri bagi para fresh graduate. Banyak mahasiswa yang masih kebingungan mencari pelabuhan setelah diwisuda, namun ada pula beberapa mahasiswa yang sudah memiliki life plan jelas. Misalnya saja yang menjadi enterprenure, lanjut S2, dan diterima di perusahaan melalui jalur beasiswa. Aku pun termasuk mahasiswa yang masih kebingungan, bingung mencari perusahaan yang cocok dengan keprofeisian dan hati nurani, akhirnya semua lowongan kerja diikuiti. Website SAC ITS menjadi kunjungan teratas dalam daftar mozila.

Setiap mendaftar lowongan kerja yang dipublish di SAC ITS ataupun di jobfair, aku meyakini bahwa diterima atau tidak bukanlah urusanku. Tugasku hanya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan usaha terbaik dalam setiap prosesnya, diterima atau tidak, itu urusan rezeki ku yang sudah diatur oleh Tuhan YME. Tak bisa dihitung lamaran kerja yang sudah ku apply disaat melihat lowongan kerja. Ada yang gagal di administrasi, gagal psikotes ataupun lolos ke tahap selanjutnya namun bentrok dengan tes yang lain.

Ada pula tes yang ku ikuti sampai tahap terakhir dan dinyatakan diterima. Kesempatan bekerja itu datang dari tripatra project bojonegoro. Waktu itu sedikit bimbang antara diambil atau tidak karena pada saat yang bersamaan aku mendapat kesempatan untuk ikut tes interview user di rekind. Aku pun mencoba mengambil jalan tengah yakni dengan menggikuti proses yang ditawarkan oleh tripatra namun tetap ikut interview user di rekind. Aku diminta untuk ttd kontrak di kantor bojonegoro dan langsung bekerja pada minggu itu,namun sebelum ttd kontrak dilakukanlah MCU terlebih dahulu. Ada waktu sekitar satu sampai dua hari sebelum ttd kontrak berlangsung dan keesokan harinya aku harus interview di rekind. Waktu yang ada ku manfaatkan dengan baik untuk mencari informasi, konsultasi ke orang tua, dan meminta petunjukNYA. Saat perjalanan dari bojonegoro ke Jakarta, rasa ragu dan bimbang itu tetap ada. Aku masih bingung mengambil yang mana. Ada kesempatan di depan mata yang sudah jelas namun disisi lain ada juga kesempatan yang cukup berharga di rekind. Dalam hatiku, aku kurang begitu cocok dengan tripatra namun disisi lain aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Ketidak cocokan itu bukan karena perusahaanya namun karena kontrak yang ditawarkan selama tiga bulan dan local hire. Berbekal informasi yang ku dapatkan dari senior, restu orang tua, dan petunjukNYA, ku yakinkan untuk melepas kesempatan yang diberikan. Bismillah ku yakinkan diri bisa diterima di rekind dan segera menghubungi lead project di tripatra untuk penguduran diri.

Beberapa minggu kemudian setelah tes interview user, aku dapat email panggilan psikotest dari HRD Rekind. Rasa syukur selalu ku panjatkan atas kesempatan yang diberikan. Ku berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin di tes tersebut karena beberapa kali mengalami kegagalan saat psikotes. Disaat sedang mempersiapkan tes tersebut, aku mendapat telpon dari huawei. Aku dinyatakan diterima dan ditawari kerja di perusahaan tersebut, penawarannya cukup menggiurkan. Fasilitas memadai dan penempatan di bali selama satu tahun. Tawaran kerja di huawei sempat menggoyahkan keyakinanku bekerja di rekind. Aku konsultasi ke dosen pembimbingku mengenai prospek kerja di perusahaan tersebut. Lagi-lagi, aku dibenturkan dalam dua pilihan yang cukup berat namun harus tetap bisa memilih. Untuk sementara waktu, ku fokuskan kembali tuk psikotes di rekind.

Alhamdulillah psikotest di rekind berjalan dengan lancar dan ku yakin bisa lolos ketahap selanjutnya. Tak terduga, aku mendapat email kontrak dari huawei disaat perjalanan pulang menuju Surabaya. Aku harus melengkapi beberapa berkas untuk keperluan ttd kontrak. Beberapa berkas yang diminta langsung ku kirim setibanya di Surabaya. Tak terduga lagi, pada hari yang sama HRD huawei menelponku dan memintanya minggu depan ke Jakarta untuk ttd kontrak dan mulai bekerja. Ku sanggupi permintaan tersebut sambil menunggu kabar dari rekind. Bukan rasa senang yang datang saat mendapat kabar tersebut namun rasa bingung kembali datang. Bingung antara diambil atau tidak, bingung apakah akan diterima di rekind atau tidak. Dilain sisi, orang tuaku juga kurang mengizinkan kalau harus bekerja di bali. Beliau mangkhawatirkan tentang ibadahku saat di bali kelak.

Intesitas ibadah untuk meminta petunjuknya ku maksimalkan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai permasalahan tersebut. Ku coba merubah life plan yang pernah dibuat jika mengambil kerja di huawei. Aku berdoa terhadap “kun fa yakun” nya agar diberi petunjuk dan kabar dari rekind. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa dariku. Aku diminta ttd kontrak hari rabu oleh huawei dan hari senin dapat kabar dari rekind untuk tes teknis dan wawancara lagi pada hari kamis. Kabar ini cukup mayakinkan ku tuk tetap melanjutkan proses di rekind. Berbekal informasi yang ku dapatkan, restu orang tua, dan keyakinan hati, akhirnya ku nyatakan mengundurkan diri dari ttd kontrak. Segera ku email pengunduran diri pada hari rabu dini hari. Aku meminta maaf ke pihak HRD huawei karena memutus sepihak rencana kontrak tersebut dan pemberitahuan yang sangat mendadak. Rabu jam 10.00, aku ditelpon oleh HRD huawei, ditanyakan mengenai hal tersebut. Ku coba jelaskan dengan baik. Pada dasarnya pihak HRD tidak masalah dengan pengunduran diri tersebut namun yang disesalkan oleh nya adalah pemberitahuan yang sangat mendadak. Ku akui kesalahan itu dan mencoba meminta maaf atas keputusan tersebut.

Kamis 4 desember , aku ke kantor rekind kalibata untuk tes teknik dan interview. Dikantor rekind menemui bapak robbyal. Setelah ketemu beliau, aku disodorkan soal untuk dikerjakan dan diminta untuk menghadapnya lagi setelah shalat dhuhur. Saat shalat dhuhur, sebuah fenomena dan keadaan yang sangat ku kagumi. Masjid Rekind kalibata penuh dengan jemaah shalat dhuhur dan dilanjutkan dengan pembacaan hadis arbaín serta tausiah. Merinding rasanya dan kupanjatkan doa agar bisa diterima di perusahaan ini. Suasana kerja seperti ini yang ku inginkan, sebuah kondisi dimana bisa shalat diawal waktu dan berjemaah di masjid. Bagiku bekerja bukan hanya urusan mencari uang namun lebih dari itu. Bekerja adalah tempatku mengembangkan diri dibidang keprofesianku,agama, dan kemampuan softskill.

Jam 13.00 ku temui kembali bapak robbyal. Sebuah kabar yang mengejutkan yakni aku dinayatakan diterima dan ditawari kontrak kerja pada hari itu. Ku panjatkan rasa syukur dan sujud syukur pada kebesaranNYA. Dengan keyakinan yang sudah kumiliki, aku menyatakan bersedia bergabung dengan PT. Rekayasa Industri. Setelah penjelasan mengenai fasilitas yang ku dapatkan, aku diizinkan untuk pulang dan kembali lagi tanggal 9 desember 2014. Pada tanggal tersebut hari pertamaku bekerja di rekind.Semoga ini menjadi awal yang terbaik untuk ku. Ku percaya engkaulah yang maha mengatur segalanya ya rabb..

Ini cerita ku pasca kampus (be continue)


2 Komentar

Kekuatan mindset

Selasa, 24 desember 2013 kami “heroboyo” berangkat menuju kota banyuwangi. Awalnya aku berniat untuk tidak ikut kegiatan rihlah ini. Alasannya sangat simple yakni karena tujuan utama perjalanan ini adalah kawah ijen sedangkan aku masih belum bias naik ke puncak ijen jika harus berjalan kaki menaiki gunung yang berjarak sekitar 3 km dari tempat pemberhentian mobil. Ku beranikan untuk izin ke manajer regional Surabaya “ mas wawan”, namun saying aku pun tak diizinkan untuk tidak mengikuti kegiatan ini. “ gak usah naik lee, nanti kamu tunggu dibawah aja” pesan mas wawan saat aku izin untuk tidak mengikuti perjalanan rihlah ini.

Dengan rasa berat hati aku pun mengikuti perjalanan yang sudah lama di rencanakan ini. Selama perjalanan menuju kota banyuwangi aku terus berpikir. Akankah diriku hanya menjadi penunggu di tempat parkeran mobil sedangkan sahabat-sahabat yang lain naik kekawah ijen.

Dengan ucapan basmalah kuberanikan untuk naik kekawa hijen. Awalnya aku merasa khawatir karena harus berjalan sejauh 3 km dan dalam kondisi tanjakan. Ku kuatkan pikiranku dengan bayangan indahnya kawah ijen diatas sana. Langkah demi lang kahkulewati dengan nyaman. Namun sekitar 1 km, aku pun mulai merasa capek. Tak kuat rasanya melanjutkan perjalanan sejauh 2 km lagi. Maklum aku belum pernah berolahraga semenjak patah tulang. Dan ini merupakan perjalanan pertamaku yang membutuhkan kekuatan fisik.

Sisa perjalanan sekitar 2 km ini kulalui dengan berat. Aku selalu memikirkan kekuatan kakiku. Masihkah kaki yang habis patah ini kuat untuk melintasi tanjakan menuju kawahijen?. Lagi-lagi dengan kekuatan pikirana ku mencoba untuk terus melangkah.

Selaian doroangan dari diri sendiri, aku mendapatkan bantaun dari ta akhiku “jilul”. Ta akhiku inilah yang dengan sabar menemani ku melanjutkan perjalanan. Walaupun tertinggal rombongan heroboyo yang lain, dia dengan semangat menemani ku untuk mencapai titik puncak kawah ijen.

20131225_092214Dengan perjuangan yang luar biasa akhirnya aku pun sampai kekawa hijen. Keindahan alam yang kubanyangkan sejak awal keberangkatan membayar rasa lelah ku selama perjalanan. Rasa takjub akan ciptaan Allah ini telah memberikan makna tersendiri bagiku.

20131225_112322Perjalanan yang menurutku luar biasa ini akhirnya bias kulewati dengan kekuatan mindset dan dibarengi dengan usaha yang maksimal. Alhamdulillah dengan kuasaNYA aku pun diberikan kesempatan untukmelihat indahnya ciptaanNYA.

20131225_123603

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.