Setetes Embun Penyejuk Iman

Stop Dreaming Start Action

Janji Suci kami…

Tinggalkan komentar

Lama,,,

Sangat lama rasanya jari ini tak menulis kembali. Di tengah rutinitas menjalankan aktivitas untuk menyelesaikan proyek Pusri II B, akhirnya terbesit untuk kembali menulis.

Menulis kembali tentang cerita kami. Alhamdulillah tepat tanggal 31 Maret 2016 saya mengucapkan ikrar suci dengan wanita pilihan Allah yang isnyaAllah sholehah yakni Irana Eka Putri.

Rasa syukur terhadap takdir Nya selelu terucap dalam lidah ini. Alhamdulillah niatan untuk menyempurnakan separuh agama sudah tercapai. Saya dan istri menyadari, mengambil keputusan nikah muda bukanlah keputusan yang tergesa-gesa atau mendadak. Kala itu, banyak pertimbangan yang dilakukan namun dengan niat melaksanakan ibadah padaNya, Allah mudahkan segala prosesnya. Jujur, bagi saya bukanlah keputusan mudah mengambil keputusan menikah tahun ini karena saat ini saya sedang penempatan proyek di luar jawa. Konsekuensinya kami akan dihadapkan pada pilihan tidak tinggal seatap atau meminta istri berhenti dari aktivitas kerjanya sebagai PNS di LIPI bandung. Dengan peertimbangan yang cukup matang, akirnya kami memilih untuk LDR an, semoga jalan yang kami pilih ini Allah ridhai.

Sudah delapan bulan saya memiliki keluarga baru. Saat ini, saya dan istri masih hidup jarak jauh (red: LDR). Istri tinggal di bandung dan saya di palembang. Sebagai pasangan yang baru menikah dan saya sebagai kepala rumah tangga, tentunya kondisi ini kurang mengenakkan. Saya menyadari, tentunya istri tidak hanya butuh nafkah materi namun nafkah batin dan pendidikan pun harus terpenuhi juga. Hal ini lah yang selalu berkecamuk dalam diri saya.

Saya berusaha diawal-awal pernikahan bisa pulang tiap minggu walaupun ongkos perjalanan palembang bandung tak semurah ongkos jakarta bandung. Bukan tak ada alasan saya mengusahakan pulang tiap akhir pekan, saya hanya ingin memastikan istri bisa hidup nyaman, aman, dan mendaptkan nafkah batin.

Tak henti-hetinya lidah ini bersyukur terhadap nikmat yang diberikan kepada kami oleh sang maha pemberi rezeki, Alhamdulillah dibulan kedua umur pernikahan kami Allah menitipkan amanah berat kepada kami yakni hadirnya sang mujahid kecil di Rahim istri saya.

Masih segar diingatan, Tanggal 15 April 2016 saya mengajukan cuti karena istri mengabari kalau dirinya sudah telat datang bulan selama 2 minggu. Sesampainya saya di bandung, saya sempatkan membeli alat tes kehamilan sebelum tidur malam. Istri menuturkan kalau penggunaan alat tersebut saat akan kencing pertama kali esok paginya sehingga otomatis saya harus menyediakan alat tersebut sebelum shubuh.

Tanggal 16 April 2016 sekitar jam 02.30 dini hari saya dibangunkan istri, dia menunjukan hasil alat tersebut. Alhamdulillah atas takdirNya pembacaan alat tersebut positif hamil. Hanya kebesaran yang maha pencipta (Allah) atas mahluknya, sang mujahid itu kini beristirahat di rahim istriku..

Naak, Saat ini kami berdua menungggu kehadiranmu… InsyaAllah perjalanan keluarga kecil ini akan memulai babak baru dengan kehadiranmu…

Iklan

Penulis: syafiul umam

Hidup hanya sekali, Manfaatkan hidup sebaik mungkin, memanfaatkan hidup bukan berarti hanya untuk diri sendiri tapi manfaatkan hidup untuk berdakwah.."Hiduplah Untuk menghidupi orang lain"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s